Melihat Keindahan Merapi Di Balik The Lost World Castle

Diposting pada

The Lost World Castle menawarkan sensasi selfie di negeri dongeng ala reruntuhan erupsi Gunung Merapi.

Jam Buka:07.00-18.00 WIB
Tiket Masuk:Rp 30.000,00
Nomor Telpon:
Aktivitas:Berfoto di aneka spot foto
Waktu Terbaik:10.00-11.00 WIB
Perlu Dibawa:Topi, kamera, payung, sun block
Larangan:Dilarang merusak properti foto
Alamat:Dusun Petung Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta
Fasilitas Umum:Mushola, Toilet, Area Parkir, Warung makan, Toko souvenir, Sepeda unik
Akses Jalan:Kurang baik (1km menuju objek wisata jalan belum di aspal)
Kedai:Ada
Online Maps:View Maps

Yogyakarta kini tidak hanya terkenal dengan wisata budayanya saja namun wisata hits. Banyak objek wisata baru yang bermunculan yang tersebar di beberapa daerah.

Bahkan banyak objek wisata yang letaknya jauh dari pusat Kota Yogyakarta. Salah satu objek wisata tersebut adalah The Lost World Castle. Objek wisata ini menawarkan berbagai macam spot foto yang menarik dan unik.

Berkat sosial mesia objek wisata ini semakin meroket. Berikut ini detail objek wisata tersebut, bacalah artikel ini bersama tim dolanyok ya.

Sekilas The Lost World Castle

The Lost World Castle atau yang biasa disebut dengan TLWC merupakan objek wisata baru yang berada di kawasan Kaliurang. Desain TLWC ini sangat unik. Jika kamu dulu pecinta serial variety show Benteng Takeshi pasti tahu bentuk bangunan ini.

Ya, bentuk bangunan TLWC ini dibuat semirip mungkin dengan Benteng Takeshi yang ada di Jepang. Di dalam benteng ini terdapat banyak objek yang bisa dijadikan sebagai spot foto yang unik.

Hal menarik lainnya adalah, benteng ini dibangun pada zona merah atau kawasan rawan bencana Gunung Merapi. Hal tersebut sengaja dilakukan karena pengelola ingin memanfaatkan bebatuan sisa letusan Gunung Merapi.

Sejarah

Objek wisata Yogyakarta yang satu ini tergolong baru karena baru didirikan pada tahun 2016. Dengan memanfaatkan lahan seluas 1.3 hektar menjadikan objek wisata ini begitu luas.

Maka tidak heran jika kamu menemukan banyak spot foto yang berukuran besar yang tersebar di beberapa sudut benteng ini. Nah untuk pembangunan objek wisata ini bukan tanpa alasan.

Pembangunan benteng ini bertujuan sebagai pengingat tentang dahsyatanya bencana yang diakibatkan oleh letusan Gunung Merapi. Bencana letusan gunung berapi tersebut telah meluluhlantakkan Desa Kepuharjo pada tahun 2006 silam.

Bencana tersebut berakibat pada penurunan perekonomian warga sekitar. Maka dari itu masyarakat sekitar memutuskan untuk mendirikan sebuah desa wisata yang di beri nama The Lost World Castle.

Pembangunan desa wisata ini tidak hanya dilakukan oleh warga sekitar namun juga investor lokal. Namun pada tahun 2017 izin pengoperasian objek wisata ini pernah dicabut karena TLWC terletak pada zona merah rawan bencana Gunung Merapi.

Meski terganjal masalah perizinan, objek wisata ini tetap beroperasi sampai sekarang. Namun hal tersebut tidak dapat dipastikan statusnya, mungkin saja objek wisata ini akan ditutup secara resmi atau tetap bisa beroperasi.

Asal Usul Nama

Bagai sebagian orang nama The Lost World Castle mungkin terdengar menyeramkan. Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa pembangunan objek wisata ini memang diperuntukkan untuk mengenang bencana erupsi Gunung Merapi pada tahun 2006.

Penamaan Castle diambil karena bentuk bangunan ini seperti kastil. Sedangkan penamaan The Lost World dikarenakan bangunan ini dibangun diatas sebuah desa yang telah hilang ditelan oleh erupsi Gunung Merapi.

Spot Foto

Ikon utama dari objek wisata ini adalah spot foto. Maka dari itu semua sudut yang ada di benteng ini dilengkapi dengam berbagai macam properti yang bisa digunakan sebagai latar belakang foto yang instagramable.

Tembok Cina

Dari kejauhan kamu akan melihat sebuah bangunan besar mirip tembok Cina atau Benteng Takeshi. Tembok ini di desain dengan lantai dan tembok yang terbuat dari batu. Pada bagian ujungnya terdapat sebuah benteng yang dihiasi oleh bendara pada atapnya.

Negeri Di Atas Awan

Sot foto ini bertema negeri di atas awan. Terdapat beberapa spot foto dengan latar belakang yang berbeda. Spot pertama adalah sayap dimana kamu seolah-olah memiliki sayap yang panjang dan lebar.

Spot kedua adalah Paradise Gate dimana terdapat sebuah tangga tak berujung yang menuju ke langit. Ketika kawasan ini diselimuti oleh kabut, maka foto yang kamu dapatkan seperti kenyataan.

Lukisan 3D

Pada beberapa lantai di TLWC ini kamu bisa menemukan lukisan 3D yang nampak seperti nyata. Lukisan tersebut seperti permadani terbang, jembatan dengan dan air terjun dan masih banyak lagi.

Landmark Dunia

Sot foto berikutnya adalah landmark dunia dimana kamu sperti berada di luar negeri. Tempat tersebut dibuat semirip mungkin dengan aslinya.

Landmark tersebut adalah Stonehenge, taman Sakura, Perkampungan Suku Indian, Rumah mungil Hobbit dan lain-lain.

Kapal Black Pearl

Di sisi lain objek wisata ini terdapat sebuah ikon unik yaitu kapal bajak laut Black Pearl. Wahana ini pun dilengkapi dengan tulalng belulang dan tengkorak bajak laut serta terdapat peti harta karun yang berisi banyak harta karu.

Cobalah semua spot foto yang ada. Jadi sebelum datang ke TLWC sebaiknya siapkan dulu memori kamera atau HP kamu.

Alamat

Objek wisata TLWC beralamat di Dusun Petung Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Jarak objek wisata ini dari pusat Kota Yogyakarta sejauh 27.3 km via Jl. kaliurang

Harga Tiket

Harga tiket masuk menuju TLWC sebagai berikut ini:

KeteranganHarga
Tiket Masuk TLWCRp 30.000,00
Parkir motorRp 2.000,00
Parkir mobilRp 5.000,00
Properti khas IndianRp 10.000,00/ kostum
PenginapanRp 50.000,00/ malam

Tiket masuk objek wisata ini cukup terjangkau, dengan htm yang terjangkau kamu bisa puas berkeliling di tempat ini.

Fasilitas

Objek wisata ini memiliki berbagai macam fasilitas yang memadai seperti:

  • Mushola
  • Toilet
  • Area Parkir
  • Warung makan
  • Toko souvenir
  • Sepeda unik

Wisatawan akan dipungut biaya parkir sebesar Rp 2.000,00 dengan biaya retribusi sebesar Rp 6.000,00.

Jam Operasional

Bagi kamu yang penasaran dengan keseruan berselfi di TLWC bisa datang pada jam-jqm berikut ini:

HariJam Operasional
Senin-Jumat07.00-18.00 WIB
Sabtu-Minggu06.00-18.00 WIB

TLWC ini biasanya ramai dikunjungi wisatawan pada weekend pada jam 10.00-12.00 WIB. Jika kamu ingin berfoto lebih puas kamu bisa menghindari waktu-waktu sibuk yang telah disebutkan diatas.

Baca Juga: Kalibiru Yogyakarta

Tips Berwisata

Perhatikanlah beberaa saran-saran berikut sebelum berangkat ke TLWC:

  • Datanglah pada pagi atau sore hari, karena pada siang hari cuaca di sini cukup terik.
  • Gunakan pakaian yang nyaman dan alas kaki yang nyaman.
  • Siapakan kamera atau hp beserta powerbank, karena banyak spot foto yang harus kamu coba.
  • Bawalah makanan dan minuman.

Jika kamu ingin berfoto ria maka kosongkan dulu memori kamera atau hp kamu sebelum berangkat ke TLWC.

Wisata Terdekat

Setelah puas berkeliling TLWC jangan langsung pulang, karena kamu bisa mampir ke objek wisata lain yang berada di kawasan ini.

Bukit Klangon

Objek wisata terdekat dari TLWC yang pertama adalah Bukit Glagaharjo atau orang-orang sering menyebutnya dengan Bukit Klangon. Objek wisata ini berupa gardu pandang yang memiliki pemandangan dari gagahnya Gunung Merapi.

Gardu pandang tersebut berdiri dengan kokoh dengan ketinggian bangunan setinggi 5 meter. Sebelum difungsikan sebagai gardu pandang, bukit ini terlebih dahulu digunakan sebagai lintasan sirkuit olahraga downhill.

Museum Gunung Merapi

Museum Gunung Merapi ini berisi segala informasi dan aktivitas tentang Gunung Merapi. Museum tersebut dibangun diatas lahan seluas 3,5 hektar dan menjadi bangunan yang kokoh.

Bangunan ini terdiri dari dua lantai dimana lantai pertama berisi foto-foto bencana erupsi Merapi dan berbagai alat-alat pengamatnya mulai dari seismograf, radio hingga komputer.

Sedangkan pada lantai dua, kamu bisa menikmati alat peraga simulasi erupsi Gunung Merapi yang akan ditampilkan melalui LCD. Alat peraga tersebut memberikan simulasi tentang berbagai macam bencana seperti gempa bumi, erupsi gunung dan tsunami.

Selain menyimpan berbagai alat peraga, kamu juga bisa menemukan Bioskop Minim. Film yang ditayangkan di bisokop mini ini berjudul Mahaguru Merapi yang bercerita tentang sejarah dan erupsi gunung ini.

Bunker Kaliadem

Kaliadem adalah salah satu objek wisata yang terletak tepat di selatan Gunung Merapi. Objek wisata ini terdapat sebuah bunker yang difungsikan sebagai tempat evakuasi saat terjadinya bencana erupsi.

Selain sebagai objek wisata, area ini biasanya digunakan pendaki sebagai tempat mendirikan tenda. Tempat ini pun dijadikan sebagai bumi perkemahan di Yogyakarta.

Namun selama beberapa tahun tempat ini terkubur akibat erupsi Merapi pada tahun 2006 dan 2010. Namun setelah ditemukan kembali ,bunker ini menjadi lebih populer dikalangan wisatawan. Bunker Kaliadem pun menjadi salah satu rute dari Lava Tour Merapi.

Museum Omahku Memoriku

Museum Omahku Memoriku merupakan sebuah museum yang menampilkan berbagai barang yang dulu pernah terkena terjangan erupsi Merapi pada tahun 2006 dan 2010. Terdapat berbagai jenis barang yang hangus terkena semburan awan panas Merapi yang bersuhu lebih dari 600 derajat.

Untuk mengenang keganasan amukan Merapi, bangunan ini sengaja dibiarkan tidak terawat dan tertata sesuai dengan kondisinya pada masa erupsi. Walaupun demikian museum ini sangat bagus untuk dijadikan latar belakang spot foto.

Warung Makan Terdekat

Ketika kamu berlibur ke TLWC dan merasa lapar, kamu bisa mencicipi aneka menu makanan yang ditawarkan oleh warung makan berikut ini. Kebanyakan warung makan tersebut adalah warung makan tradisional yang menyediakan menu makanan tradisional pula.

Pondok Merapi

Rumah makan terdekat dari Benteng Takeshi ala Kaliurang adalah Pondok Merapi. Rumah makan ini bergaya tradisional sehingga memberikan suasana alami dan menyenangkan seakan-akan kamu sedang pulang kamu.

Tersedia aneka makanan tradisional seperti gorengan, oseng kates, oseng tempe, ayam kampung dan lain-lain. Pondok Merapi ini buka setiap hari dari pukul 09.00- 21.00 WIB. Jika kami membutuhkan informasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi ke nomer 0812 9594 9177.

Slondok Rukini

Warung bakso ini terletak di sebelah tenggara TLWC yaitu berada di Desa Pagerjurang, Cangkringan. Warung bakso ini buka setiap hari selama 24 jam. Untuk informasi pemesanan kamu bisa menghubungi ke nomer 0858 7868 7804.

Cuaca dingin enaknya memang makan yang hangat-hangat. Nah salah satu warung bakso yang ada di daerah TLWC adalah Bakso Slondok Rukini.

Warung Kopi Klotok

Warung Kopi Klotok ini memang bukan tempat makan terdekat dari objek wisata TLWC namun warung kopi ini menjadi salah satu tujuan para wisatawan. Warung kopi ini terletak di Kaliurang km 15, para wisatawan kebanyak akan mampir ke warung kopi ini ketika perjalanan pulang.

Selain ingin menikmati hidangan tradisional ala Yogyakarta, mereka ingin menikmati sajian kopi yang menggugah selera. Kopi dan gorengan menjadi teman yang sulit untuk dipisahkan.

Nah itulah beberapa tempat makan yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan. Kamu bisa mencoba sajian makanan tradisional ataupun sekedar mencicipi kopi hangat buatan Kaliurang ini.

Penginapan Terdekat

Ingin merasakan sensasi bermalam di kawasan kaki Gunung Merapi? Kamu bisa memilih beberapa alternative penginapan terdekat dari Objek Wisata TLWC di bawah ini:

Hotel Anggrek Bulan 1

Penginapan pertama yang bisa kamu temukan di kawasan TLWC adalah Hotel Anggrek Bulan 1. Hotel ini terletak di Tangkisan, Umbulharjo, Cangkringan.

Hotel ini menyediakan kamar yang bersih dan rapi. Jika kamu membutuhkan informasi atau pemesanan, kamu bisa menghubungi ke nomer 0852-9367-5566.

K Hotel

Ternyata menginap di hotel tidak semahal yang kamu bayangkan. Salah satu hotel yang menawarkan kenyamanan dan keamanan terjamin ini memiliki harga sewa tidak begitu mahal.

Harga sewa per kamar di Hotel K mulai dari Rp 350.000,00/ malam. Jika kamu ingin memesan kamar di hotel ini kamu bisa menghubungi ke nomer 0274 4464 560.

Airy Eco Sleman Merapi

Pilihan penginapan selanjutnya adalah Airy Eco Sleman yang terletak di Banteng, Pakem. Penginapan ini memiliki staf yang ramah dan pengalaman dalam melayani pelanggan.

Kamar yang disediakan sangat bersih dan nyaman. Untuk pemesanan kamu bisa memesan melalui Airy atau langsung menghubungi ke nomer 0804 111 2479.

Nah itulah beberapa pilihan penginapan yang ada di kawasan TLWC. Jika kamu ingin menjelajah kawasan ini sebaiknya cari penginapan yang terdekat karena kamu akan menghemat waktu liburanmu dari pada mencari penginapan di tengah kota yang padat.

Q&A

Apakah The Lost World Castle bagus? Bacalah daftar pertanyaan berikut agar kamu tahu bagaimana objek wisata ini sebelum berlibur ke sana.

Tarif masuk berapa?

Harga tiket masuk TLWC sebesar Rp 30.000,00/ orang.

Kendaraan apa yang bisa menjangkau lokasi ini?

Lebih baik menggunakan motor atau mobil karena 1km menuju objek wisata, jalanan belum di aspal.

Pada hari libur nasional objek wisata ini buka atau tidak?

Ya, objek wisata ini buka pada hari libur nasional.

Apakah bus besar bisa masuk sampai ke objek wisata?

Tidak, jika kamu bersama rombongan dengan menggunakan bus sebaiknya menyewa jeep saja. Tersedia banyaj tempat tang menyewakan kendaraan jeep.

Kesimpulan

Nah itulah sedikit gambaran tentang objek wisata yang baru naik daun The Lost World Castle. Jika kamu ingin berlibur ke situ siapkan peralatan kamera yang memadai karena kamu akan mendapatkan hasil jepretan yang luar biasa.

Perpaduan objek wisata buatan dengan alam dijamin membuatmu betah berlama-lama. Apalagi jika cuaca cerah kamu akan mendapatkan bonus pemandangan dari gagahnya Sang Merapi.

Gambar Gravatar
Suka piknik sambil makan-makan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *