Gunung Bromo, 5 Spot Ini Bikin Gak Tahan Ingin Kesana

Diposting pada

Gunung Bromo adalah tempat wisata di Jawa Timur yang menawarkan pesona alam pegunungan yang indah. Jika kamu bosan dengan tempat wisata yang itu-itu saja, maka liburan Bromo adalah ide yang tepat.

gunung bromo
via instagram/iew_reflex
Jam Buka:24 Jam
Harga Tiket:Rp. 27.500 – Rp. 32.500 /Wisatawan Lokal (Weekdays – Weekend) | Rp. 217.500 – Rp. 317.500 /Wisatawan Asing (Weekdayw – Weekend)
Kontak:
Alamat: Area Gn. Bromo, Podokoyo, Tosari, Pasuruan, Jawa Timur
Akses Jalan:Baik
Kedai:Ada
Online Maps:View Maps

Sekilas Gunung Bromo

Gunung Bromo adalah salah satu objek wisata favorit di Jawa Timur.

Tempat ini menawarkan pemandangan berupa bentang alam daerah pegunungan yang hijau, asri, dan masih sangat alami, berpadu keramahan penduduk setempat yang selalu hangat menyambut siapapun wisatawan yang datang.

Banyak kegiatan wisata menarik yang bisa kamu lakukan di sekitar kawasan Gunung Bromo. Selain 4 objek wisata yang biasanya paling diminati para pelancong, masih ada sebenarnya beberapa objek lain yang tak kalah seru untuk dijelajahi.

Nah, untuk mengetahui informasi lengkap tentang tempat wisata ini, yuk baca artikel ini sampai tuntas ya.

Gambar Gunung Bromo

Berikut ini beberapa gambar terbaru objek wisata Gunung Bromo:

gunung bromo sepasang kekasih
via instargram/iluh.sukreni.58
gunug bromo naik kuda
via instagram/nawwarsulthanrafiq
gunung bromo penanjakan 1
via instagram/estercp_
gunung bromo penanjakan 2
via instagram/melnisamelia_
gunung bromo kawah bromo
via instagram/architexas

Lokasi Gunung Bromo

Gunung Bromo melingkupi 4 kabupaten di Jawa Timur. Kaki-kakinya menancap di Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang , Kabupaten Lumajang , dan Kabupaten Pasuruan.

Karenanya bagi kamu yang datang dari luar Jawa Timur, maka ada 4 rute yang bisa kamu lalui. Rute tersebut tentunya bergantung dari kabupaten mana kamu akan mengaksesnya.

Misalnya cara ke Gunung Bromo jika kamu berada di Kabupaten Lumajang adalah:

Baca Juga:  Coban Rondo Malang

Dari Senduro kamu menuju ke Ranu Pani melalui jalan yang membelah kawasan hutan Ireng-ireng. Hutan ini sangatlah gelap karena banyaknya tetumbuhan dan pepohonan, maka diingatkan agar kamu harus benar-benar hati-hati. Jalannya selain berkerikil dan licin, juga sangat sempit.

Setelah sampai di Ranu Pani, lanjutkan perjalanan mu ke Njemplang. Lalu dari Njemplang kamu bisa mengakses Gunung Bromo dari padang pasir sebelah selatan atau yang biasa disebut Watu Kutho.

Bisa ditulis bahwa rute dari Lumajang ini memiliki medan yang sangat berat. Jika kamu baru pertama kali ke sana, maka lebih baik kamu mengaksesnya dari 3 kabupaten lainnya.

Sejarah Gunung Bromo

Gunung Bromo merupakan gunung suci, utamanya menurut kepercayaan para penganut agama Hindu. Nama Bromo yang menjadi nama gunung ini bahkan diambil dari nama dewa dalam agama Hindu yakni Dewa Brahma.

Sementara mengenai asal muasal banyaknya penduduk yang mendiami daerah sekitarnya, konon diawali dari terjdinya peparangan besar di masa kerajaan Majapahit.

Masyarakat yang tidak tahan dengan kejamnya peperangan akhirnya memilih pindah ke dua tempat: Lereng Gunung Bromo dan Pulau Bali.

Inilah kenapa di Bali dan sekitar kawasan Gunung Bromo penduduknya kebanyakan menganut agama Hindu.

Tempat Wisata di Gunung Bromo

Ada beberapa tempat di sekitar kawasan Gunung Bromo yang menarik dan nyaman sebagai tempat berlibur. Tempat-tempat ini adalah:

Penanjakan Gunung Bromo

Gunung Bromo memiliki dua penanjakan yang kerap dijadikan tempat berlibur.

Penanjakan pertama yang letaknya di sebelah barat, merupakan spot terbaik bagi kamu yang ingin menyaksikan matahari terbit. Selain itu, dari penanjakan pertama ini kamu juga bisa melihat jejeran puncak gunung yang diselimuti kabut.

Akses ke penanjakan pertama ini cukup sulit, direkomendasikan menggunakan sepeda motor bergigi atau jeep agar lebih mudah melewati medan berat.

Baca Juga:  Pinisi Resto, Tempat Makan dan Spot Foto Kekinian di Bandung

Selanjutnya ada penanjakan kedua. Penanjakan ini tidak setinggi penanjakan pertama, namun dari sini kamu juga tetap bisa melihat prosesi terbitnya matahari seperti pada penanjakan pertama.

Selain aksesnya tidaklah sesulit penanjakan pertama, keindahan pemandangan di tempat ini juga cukup menyegarkan mata.

Kawah Bromo

Merasakan sensasi menegangkan dengan melihat langsung kawah bromo merupakan ide kegitan wisata yang bisa kamu coba di Gunung bromo. Spot-nya berada sekitar 2 kilometer dari are parkir mobil.

Namun, sebelum benar-benar sampai di spot kawah bromo ini, kamu juga akan dipaksa bekerja ekstra keras dengan menaiki puluhan anak tangga yang menjulang ke atas.

Bukit Kingkong

Sekitar 2,5 kilometer dari penanjakan pertama, kamu bisa menuju Bukit Kingkong sebagai alternatif tempat melihat sunrise. Opsi ini bisa kamu pilih jika di penanjakan pertama atau kedua, pengunjungnya terlalu banyak.

Selain itu juga, dari Bukit Kingkong kamu juga bisa melihat pemandangan yang tak kalah indah dari penajakan pertama dan kedua.

Bukit Cinta

Asiiiik, cinta-cintaan he he.

Tempat ini terletak di sebelah Bukit Kingkong. Dari sini kamu juga bisa melihat proses matahari terbit yang sangat indah, dan juga pemandangan perbukitan yang menghijau.

Desa Ngadas dan Ngadisari

Di sekitar kawasan wisata Gunung Bromo kamu tidak hanya bisa menghabiskan waktu di kawasan pegunungannya saja. Kalau kamu suka dengan kegiatan berbaur dengan masyarakat setempat suatu objek wisata, maka di kawasan wisata ini kamu juga bisa melakukannya.

Ada dua desa yang bisa kamu datangi, yaitu Desa Ngadas dan Ngadisari. Kedua desa ini merupakan tempat berdiamnya suku Tengger dengan segala adat istiadat dan rutinitasnya sehari-hari.

Di kedua desa ini, kamu bisa melihat dan mengikuti berbagai kegiatan adat, menikmati hijaunya bukit dan pegunungan di atas sana, dan juga mencoba beberapa makanan khas yang dijual di beberapa warung makan setempat.

Baca Juga:  Wisata Umbul Sidomukti, Kolam Renang di Atas Awan yang Menakjubkan

Pasir Berbisik

Di tempat ini kamu bisa melihat hamparan pasir seluas mata memandang. Kegiatan yang bisa kamu lakukan adalah berkuda ataupun mengendarai sepeda motor keliling hamparan pasir.

Lalu saat angin berhembus agak kencang, kamu juga bisa mendengar alunan nada indah dari butiran pasir yang diterpa angin.

Tiket Masuk Gunung Bromo

Pengelola tempat wisata Gunung Bromo yang termasuk ke dalam kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, menetapkan harga tiket masuk berbeda untuk hari kerja dan hari libur, serta memberi perbedaan harga bagi wisatawan dalam Negeri dan Mancanegara.

Pada hari kerja, harga tiket masuknya sebesar Rp. 27.500 per wisatawan dalam Negeri. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara, harganya sebesar Rp. 217.500 per orang.

Lalu pada hari libur, harga tiket untuk wisatawan dalam Negeri sebesar Rp. 32.500 per orang, dan Rp. 317.500 per orang untuk wisatawan asing.

Berwisata ke Gunung Bromo bisa menjadi pilihan yang tepat apabila kamu sudah bosan mendatangi tempat-tempat wisata yang itu-itu saja.

Baca juga: Daftar Wisata Hutan Pinus di Malang

Dengan banyaknya pilihan tempat atau spot bersantai di sekitar kawasan wisata ini, kamu tentunya akan mendapatkan banyak sekali pengalaman wisata baru yang sebelumnya tidak kamu temukan di tempat lain.

Seberapa bermanfaat posting ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Penilaian rata-rata / 5. Jumlah suara: