Ayu A writer; An English teacher; highly passion in travelling, reading & writing.

Melihat & Interaksi dengan Para Kera Suci di Monkey Forest Ubud

3 min read

Monkey Forest Ubud

Di Monkey Forest Ubud Bali, kamu bisa menikmati eksotisme candi tua dan melihat serta interaksi dengan kawanan monyet ekor pajang yang dianggap suci.

Jam Buka: Pukul 08.30 – 17.30 WITA
Tiket Masuk: Rp 25.000 – Rp 80.000
Nomor Telpon: (0361) 971304
Aktivitas: Wisata alam, seni dan budaya, melihat, selfi dan interkasi dengan kera ekor panjang.  
Waktu Terbaik: Pukul 11.00 WIB – Pukul 15.00 WIB
Perlu Dibawa: Kamera atau HP
Larangan: Memberi makan sembarangan kepada kera, menganggu kera, mengganggu upacara/ibadah.
Alamat: Jl. Monkey Forest, Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571
Fasilitas Umum: Parkir, toilet, jalur jalan kaki, nursery room, loker, kedai, dll.
Akses Jalan: Baik
Kedai: Ada
Online Maps: View Maps

Bali tak selalu identik dengan pantai. Ya, banyak sekali destinasi wisata di Bali yang patut kamu coba selain di Pantai Sanur atau Kuta Bali. Ada sejuta pesona Bali yang wajib dieskplorasi, salah satunya Monkey Forest Ubud.

Selain Monumen Garuda Winsu Kencana, tempat wisata yang juga disebut Mandala Wisata Wenara Wana ini juga menjadi spot baru yang hits. Lantas, apa saja keunikan objek wisata Wenara Wana Bali? Daripada penasaran, yuk ikuti penjelasan tentang monkey forest ubud penjelasan berikut.

Sekilas tentang Monkey Forest Ubud

Tempat ini memiliki banyak nama dan julukan, seperti Mandala Wisata Wenara Wana dan Sacred Monkey Forest Sanctuary Ubud. seperti namanya, Monkey Forest Ubud adalah Hutan Kera berupa cagar alam yang menjadi salah satu andalan wisata Ubud.

Destinasi wisata cagar alam ini menawarkan keunikan wisata alam, seni, dan budaya dalam satu tempat. Tak heran jika ada sekitar 10 ribu-an pengunjung membanjiri tempat ini setiap bulannya.

Cagar alam seluas 12,5 Ha ini menjadi habitat bagi ekor kera panjang (macaca fascicularis). Selain itu, Hutan Wenara Wana juga memiliki kompleks pura suci dan pepohonan tua berumur ratusan tahun.

Baca Juga: Pura Lempuyangan Bali

Sejarah

Cerita Monkey Forest Ubud atau Ubud Palace tak lepas dari kentalnya kepercayaan umat Hindu di Bali. Tujuan didirikannya tempat ini adalah untuk mewujudkan prinsip Tri Hata Karana yakni 3 prinsip untuk mencapai kebahagiaan.

Hutan Monyet Ubud dipilih sebagai lokasi untuk menjaga prinsip tersebut. Sekaligus untuk menjaga harmonitas antara manusia, alam dan lingkungan agar memperoleh kebahagiaan.

Keunikan

Apa sih yang membuat ribuan turis lokal maupun mancanegara menjadikan Hutan Wenara Wana ini sebagai lokasi favorit? Berikut sejumlah keunikan monkey forest.

Surga Bagi Ratusan Monyet Ekor Panjang

Ya, Hutan Wenara Wana merupakan tempat konservasi sekaligus tempat tinggal bagi sekitar 650an monyet ekor panjang yang dianggap suci. Monyet-monyet tersebut selalu dijaga dan dihormati.

Tak hanya itu, terdapat upacara khusus yang dilakukan dalam rangka menghormati kepada para monyet tersebut. Upacara ini disebut Tumpek Unduh dan Tumpek Kandang yang dilakukan rutin tiap tahun.

Pohon Tua Berumur Ratusan Tahun

Tak hanya menjadi sarana konservasi bagi hewan monyet, Hutan Wenara Wana juga mempunyai sekitar 200an jenis pohon berusia ratusan tahun.

Hal ini membuat cagar alam ini menjadi sangat sejuk dan unik karena dikelilingi pohon besar dan tinggi dan tampak unik.

Pura Suci untuk Upacara

Di Hutan Kera ini juga terdapat beberapa pura suci yang kerap digunakan untuk upacara keagamaan umat Hindu. Pura yang ada di Monkey Forest ada 3 yaitu:

  • Pura Suci disebut Pura Dalem Agung Padangtegal sebagai pura utama yang diyakini menjadi pura kahyangan.
  • Pura Prajapati atau Cremation Temple adalah tempat untuk meletakkan kremasi dan pemakaman.
  • Pura Beji atau The Holy Spring Temple.

Di lokasi pura-pura tersebut terdapat kolam suci dan beberapa candi lain yang biasa digunakan untuk upacar kremasi atau upacara sakral lainnya.

Atraksi Seni

Selain ketiga hal utama di atas, Hutan Wenara Wana juga memiliki sejumlah hal unik lain yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Yakni sebagai berikut:

  • Open Stage / pertunjukan seni.
  • Dragon Stair atau Tangga Naga yang kerap dimanfaatkan untuk spot foto.
  • Center Point dan Exhibition Hall.
  • Tree Adoption
  • Deer Stable
  • Rumah Kompos.

Fasilitas

Fasilitas di Monkey Forest Ubud sudah cukup memadai untuk menjaga kenyamanan pengunjung. Berikut fasilitasnya:

  • Parkir luas,
  • Pemandu wisata,
  • Jalan setapak atau jalur jalan kaki yang nyaman,
  • Papan pemandu,
  • Toilet,
  • Peta,
  • Nursery room,
  • Kedai Makanan.

Aktivitas

Apa yang bisa dilakukan di Monkey Forest? Ada banyak hal menarik lho di sana, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Menikmati suasana tenang di kawasan asri dan sejuk.
  • Berinteraksi dengan kera-kera yang ramah, misalnya memberi makan dan sekaligus dapat berfoto dengan mereka.
  • Berkunjung ke pura Monkey Forest sekaligus belajar sejarah, budaya dan seni.
  • Melihat sekaligus meneliti beragam jenis pohon tua.
  • Menyaksikan pertunjukan seni dan upacara keagamaan.

Jika kamu ingin berinteraksi dengan kera, perlu kamu ketahui beberapa wilayah kekuasaan dimana mereka berada. Tempat tersebut adalah hutan baru, pura, timur, centra point, pemakaman dan Michelin.

Harga Tiket

Untuk memasuki kawasan ini wajib membayar biaya masuk. Rincian harga tiket masuk Monkey Forest Ubud 2019/2020 adalah sebagai berikut:

Anak usia 3-12 tahunIDR 25.000 – IDR 40.000 per orang
Dewasa (di atas 12 tahun)IDR 50.000 – 80.000 per orang

Harga tersebut di atas berlaku untuk wisatawan lokal atau warga negara Indonesia. Untuk wisatawan asing harga tiket nya berbeda.

Alamat

Wisata Monkey Forest berlokasi di kawasan Padang Tegal, Ubud Kecamatan Gianyar. Lokasinya berada tak jauh dari destinasi wisata lainnya seperti Agung Rai Museum of Art dan Ubud Palace.

Di sekitar lokasi ini juga terdapat banyak tempat terkenal yang wajib dikunjungi seperti The Yoga Barn, Bebek Bengil & Folk Pool and Gardens.

Jam Operasional

Jam buka Mandala Wisata Wenara Wana adaah setiap hari dari pukul 08.30 WITA hingga pukul 18.00 WITA. Namun, sebaiknya berkunjung ke tempat ini sekitar pukul 14.00. Di jam tersebut agresivitas kera-kera di hutan tersebut tidak begitu tinggi.

Tips Berkunjung ke Monkey Forest

Sebagai salah satu tempat sakral di Bali, tentu terdapat beberapa hal yang perlu untuk diketahui saat berkunjung ke sini. Selain itu, ada beberapa tips kunjungan agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan.

  • Hormati penduduk dan adat istiadat terutama jika sedang diadakan upacara atau ibadah di pura.
  • Tidak menyentuh atau menyakiti hewan atau tumbuhan dnegan cara apapun.
  • Tidak bergerak tiba-tiba atau melakukan kegiatan yang menarik perhatian para kera.
  • Tidak memberikan makanan sembarangan kepada kera. Jangan berikan biskuit, kacang, atau apapun selain pisang.
  • Letakkan atau simpan barang berharga di tempat yang aman supaya tidak diambil kera. Jika hal tersebut terjadi, hubungi pemandu wisata.
  • Berjalan di jalur yang sudah disediakan.
  • Tidak membuat keributan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Tips di atas perlu diperhatikan sebagai langkah preventif agar liburanmu di objek wisata tersebut aman, nyaman dan menyenangkan.

FAQ

Untuk menambah referensi, silakan simak beberapa pertanyaan dan jawab dari pengguna mengenai objek wisata Monkey Forest di Ubud.

Berapa waktu yang dibutuhkan untuk tur?

Sekitar 2 jam sudah cukup.

Apakah tersedia loker untuk menyimpan barang-barang pengunjung?

Iya. Ada loker khusus penyimpanan barang yang tersedia di tiket konter. Loker tersebut dapat digunakan hingga pukul 06.00 sore.

Apakah objek wisata ini rekomended jika membawa bayi berusia 1,5 tahun?

Monkey Forest Ubud adalah tempat yang cocok untuk semua usia. Tersedia nursery room yang terletak di lobi utama.

Apakah aman untuk berfoto?

Ya, aman dan baik-baik saja. Disarankan untuk membawa kamera di pergelangan tangan untuk jaga-jaga.

Apa hotel terdekat dari Monkey Forest?

Alaya Ubud adalah hotel paling dekat.

Apakah bisa berjalan-jalan sambil membawa stroller atau kereta bayi?

Iya bisa.

Kesimpulan

Monkey Forest Ubud adalah alternatif terbaik jika kamu ingin liburan di Bali dengan suasana tenang dan damai. Di tempat ini ada banyak hal menarik yang bisa dilihat dan dilakukan.

Selain dapat melihat dan interaksi dengan kera ekor panjang, kamu juga bisa belajar seni, budaya dan sejarah di tempat ini.

Ayu A writer; An English teacher; highly passion in travelling, reading & writing.
error: Disable