Isnanisha Karlina Suka piknik sambil makan-makan.

Keraton Kanoman Cirebon Peninggalan dan Sejarah yang Menakjubkan

3 min read

Keraton Kanoman Cirebon Peninggalan dan Sejarah yang Menakjubkan 1

Tempat Penelelitian astronomi terbesar dan tertua di Indonesia adalah Observatorium Bosschaa.

Jam Buka:24 jam
Tiket Masuk:Rp 10.000,00- Rp 250.000,00
Nomor Telpon:
Aktivitas:Bermain pasir di tepi pantai, Berenang di pantai, Berjemur di tepi pantai, Bermain jetski, Berwisata kuliner, Berbelanja souvenir
Waktu Terbaik:Pagi hari atau sore hari
Perlu Dibawa:Topi, air minum, ransel, tenda, kamera, pakaian ganti
Larangan:Dilarang membuang sampah sembarangan, dilarang merusak lingkungan
Alamat:Sidoarjo, Tepus, Tepus, Gunung Kidul, Yogyakarta
Fasilitas Umum:Toilet, Toko oleh-oleh, Gazebo, Tempat ibadah, Warung makan, Area parkir luas, Penginapan, Wahana permainan, Jet Ski
Akses Jalan:Baik
Kedai:Ada
Online Maps:View Maps

Apakah kamu sudah mempunyai rencana untuk berwisata ? Apakah kamu ingin berwisata di obyek wisata yang tidak biasa ? Nah mungkin kali ini kami dari tim dolanyok akan memberikan pandangan buat kamu untuk mengunjungi obyek wisata yang tidak biasa.

Siapa sangka kota Cirebon yang terkenal dengan kota udang dan kota wali memiliki tempat wisata yang sanagat menarik. Tempat wisata yang penuh dengan sejarah. Tempat wisata itu bernama Keraton Kanoman.

Tempat wisata ini terbilang unik, karena selain kamu bisa berwisata kamu juga bisa mengenal atau mempelajari sejarah. Seperti apa serunya berwisata disana. Yuk simak artikel dibawah ini sebelum kamu mengunjunginya

Sekilas Keraton Kanoman

Keraton Kanoman ternyata tidak hanya menjadi objek wisata budaya yang banyak dikunjungi oleh wisatawan begitu saja. Keraton ini memiliki peranan yang penting bagi berdirinya Kota Cirebon.

Selain itu keraton ini juga memiliki pengaruh bagi perkembangan agama islam di kota ini. Maka dari itu tidaklah mengherankan jika keraton ini memiliki corak agama islam yang kuat.

Di dalam Keraton ini terbagi menjadi beberapa komplek yang luas. Komplek-komplek tersebut terdiri dari beberapa bangunan kuno. Selain itu kamu bisa melihat berbagai jenis benda-benda antik dan kuno.

Alamat

Keraton Ini terletak di Cirebon, tepatnya di Jl. Kanoman No.40, Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Jika kamu belum puas dengan wisata sejarah yang berada di Kraton Kanoman, kamu bisa mengunjungi kraton lain yang masih memiliki hubungan dengan keraton tersebut, yaitu Keraton Kacirebonan yang berjarak 700 meter, Keraton Kasepuhan yang berjarak 1,2 km, atau kamu juga bisa mengunjungi Cirebon Waterland yang berjarak 2,3 km.

Haraga Tiket Masuk

Jika kamu ingin mengunjungi keraton ini, kamu tidak perlu merogoh kocel dalam –dalam, karean untuk harga tiketnya hanya sebesar Rp 10.000,-, dan itu berlaku setiap hari.

Jam operasional

Kamu bisa mengunjungi keraton ini setiap hari dari jam 09.00-17.00 WIB.

Sejarah

Keraton yang didirikan pada 1679 Masehi ini terletak di Kota Cirebon ini merupakan salah satu tonggak sejarah berkembangnya agama islam di kota Cirebon. Keraton ini didirikan oleh keturunan ke 7 dari Sunan Gunung Jati atau Syarief Hidayatullah yang bernama Sultan Anom 1 atau Pangeran Muhammad Badrudin Kartawijaya.

Berdirinya Keraton ini tidak lepas dari keinginan Sultan Banten yang bernama Ki Ageung Tirtayasa yang megangkat 2 orang pangeran yang berasal dari Kerajaan Mataram. Untuk memerintah 2 kasulatan. Beliau bernama Pangeran Badruddin Kertawijaya yang memerintah di Kasultanan Kanoman dan diberi gelar Sultan Anom, sedangkan Pangeran Syamsuddin Martawijaya memerintah di Kesultanan Kasepuhan dan diberi gelar Sultan Sepuh.

Awalnya bermula saat Pemerintahan Pangeran Karim, beliau adalah Sultan Ke VI dari Keraton Pakungwati yang memiliki gelar Panembahan Ratu II Mataram yang sudah pro dengan Belanda mencurigai Cirebon bersektu dengan Banten untuk melakukan pemberontakan. Maka dari itu Sultan Amangkurat yang adalah mertua dari Panembahan Girilaya meminta sang menantu untuk datang ke Mataram.

Panembahan Girilaya pun mengunjungi Sultan Amangkuran yang pemanggilan itu pun adalah rasa rindu orang tua kepada anak menantu. Namun ternyata dipanggilnya beliau bukanlah seperti yang dia pikirkan, pemanggilan itu adalah sebagai hukuman atas kecurigaan Mataram kepada Cirebon.

Akhirnya Sultan Amangkurat I menahan Panembahaan Girilaya untuk tidak kembali ke Cirebon selama – lamanya. Dan sampai akhir hayat dan meninggal di Mataram dikuburkan di bukit Wonogori pada tahun 1667 masehi.

Dengan rasa penuh kesedihan dan rasa menyesal, kedua putera dari Panembahan Girilaya kembali ke Cirebon untuk melanjutkan kepemimpinan sang ayah. Atas kebijkaan Sultan Banten yang sudah dianggap seketurunan, maka Kesultana Pangkungwati dipecah menjadi 3 bagian.

Karena akan diberikan kepada 3 orang putranya yang berhak menggantikan ayahnya. Pangeran Karim mendapatkan bagian Kraton , Pangeran Martawijaya mendapat Keraton Kasepuhan, Pangeran Wangsakerta mendapat Keraton Kacirebonan, dan Pangeran Kertawijaya mendapatkan Keraton Kanoman.

Mitos

Menurut cerita yang tertulis di beberapa naskah kuno, Pintu Si Blawong sudah ada sebelum Kerataon Kanoman berdiri. Yaitu pada masa pemerintahan Prabu Sri Jayabhupati Kerajaan Pajajaran sebagai raja ke 20.

Konon Pintu Si Blawong ini deprcaya bisa menghubungkan ke dunia ghaib. Dan gerbang tersebut masih ada dan masih berdiri kokoh sampai saat ini. Pintu itu pun hanya ada di tiga tempat, yaitu Kanoman, Kerajaan Padjajaran, dan Kahyangan.

Dulunya pintu ini hanya dilewati oleh keluarga kerajaan yang hendak ke Siti Hinggil. Saat ini hanya dibuka setahun sekali dan hanya dilewati oleh Sultan ketika pawai dan mengenakan pakaian sufi.

Bangunan

Keraton ini terbagi dari beberapa komplek dengan bangunan seperti:

Sruktur bangunan keraton ini mengahdap ke utara. Diluar itu terdapat bangunan yang bercorak Hindhu yang dijadikan tempat kedudukan pada saat berpidato atau mengahidiri upacara. Tempat itu disebut Balai Manguntur.

Dibagian tengah keraton terdapat kompleks bagunan bernama Siti Hinggil, seperti halnya nama yang berarti “tanah tinggi”. Bangunan ini ada sejak abad ke 14 masehi. Bangunan ini juga merupakan saksi penyebaran agama islam di tanah cirebon.

Di depan keraton terdapat alun –alun yang djadikan tempat berkumpul warga atu menerima tamu yang hendak masuk menghadap Sultan Anom.

Halaman Jinem anom merupakan halaman yang berbentuk L yang berfungsi melindungi inti Keraton ini.

Halaman Keraton Kanoman adalah bagan dari inti istana. Halaman ini dibangun oleh Sultan Anom III dengan bergaya kolonial. Lokasinya pun berada di sebelah Halaman Jinem.

Daya tarik

Jika kamu mengunjungi keraton ini kamu bisa melihat peninggalan – peninggalan bersejarah yang ada di keraton ini dan kamu bisa mengetahui sejarah keraton ini.

Benda peninggalan sejarah

Di keraton ini tersimpan salah satu kereta kuda legendaris ynag bernama Paksi Baga Liman. Kerta yang dibuat oleh Pangeran Losari dari bahan kayu sawo ini dibuat pada tahun 1428 masehi. Kereta ini memiliki bentuk gabungan dari tiga hewan seperti namanya yang memiliki tiga kekuatan, yaitu darat, laut, dan udara.

7 sumur

Dikeraton ini memiliki 7 sumur. Namun kedua sumur yang ada di dalam kedaton hanya bisa dilihat dalam kurun waktu 1 tahun sekali yaitu saat memperingati Maulid Nabi. Sumur-sumur tersebut memiliki fungsi masing masing-masing sesuai dengan keinginan yang memiliki hajat.

Pusat Perdaban Cirebon

Kamu bisa berwisata sekaligus menapak tilas dan mengetahui jejak sejarah yang ditinggalkan oleh Sunan Gunung Jati yang sampai saat ini masih dilestarikan.

Museum senjata

Kamu bisa melihat dan mengaetahui sejarah tentang benda – benda pusaka yang dulunya di gunkan untuk berperang melawan belanda.

Fasilitas

Jika kamu ingin bermalam atau menginap untuk melanjutkan wisata mu ke esokan harinya, kamu bisa mengunjungi beberapa penginapan yang berada di sekitan lokasi wisata ini. Pilihan penginapan tersebut seperti, Hotel Intan, yang berjarak 2 km, Hotel Cordela Cirebon, yang berjarak 2,5 km, atau Batiq Hotel Cirebon, yang berjarak 3 km.

Jika kamu ingin berwisata kuliner kamu bisa mengunjungi beberapa rumah makan terdekat seperti, Warung Makan Harun yang berjarak hanya 100 meter, Empal Gentong ibu Lubna yang berjarak 2,4 km, Nasi Kucing Drupadi Swarnabumi yang berjarak 2,5 km.

Q & A

Berikut adalah informasi mengenai objek wisata budaya keraton ini:

Apakah bis bisa masuk?

Sepertinya sedikit susah, karena didepan keraton ada pasar dan jalanya juga sempit.

Apakah di keraton tersedia arsip – arsip sejarah kolonial ? Jika ada apakah bisa di akses ?

Betul, hanya ada di museum tempat benda – benda bersejarah.

Siapa yang sebenarnya menjadi Sultan XII ?

Yang memimpin sekarang adalah Sultan Emirudin.

Keraton ini apakah bisa menerima kunjungan siswa dalam jumlah banayak ?

Bisa untuk kunjungan rombongan.

Di sini apakah disediakan kostum puteri dan raja keraton tidak ya ?

Tidak ada penyewaan kostum.

Kesimpulan

Keraton merupakan salah satu objek wisata sejarah dan budaya yang berada dikota Cirebon. Yuk pelajari budaya persebaran agama islam dan budaya dari kota ini.

Isnanisha Karlina Suka piknik sambil makan-makan.
error: Disable