Wisata Budaya Di Desa Penglipuran Desa Cantik Eksotis

4 min read

Halaman Desa Penglipuran

Sebuah desa yang dihuni oleh masyarakat yang masih melestarikan budaya dan adat khas Bali ada di Desa Penglipuran Bali.

Jam Buka:24 jam
Tiket Masuk:IDR 10.000- IDR 30.000
Nomor Telpon:0822-6600-7575
Aktivitas:Berkeliling desa, berfoto
Waktu Terbaik:Pagi hari atau sore hari
Perlu Dibawa:Kamera, topi
Larangan:Dilarang berkata kotor, dilarang membuang sampah sembarangan
Alamat:Jl. Penglipuran, Kubu, Bangli, Bangli, Bali Indonesia
Fasilitas Umum:Area Parkir, Tempat Ibadah / Pura, Gazebo, Toilet, Warung Makan
Akses Jalan:Baik
Kedai:Ada
Online Maps:View Maps

Berwisata seakan sudah seperti agenda wajib bagi setiap orang. Bagaimana tidak, berwisata merupakan salah satu obat penghilang stres setelah kita bekerja setiap harinya. Untuk sekedar menyegarkan pikiran karena penatnya bekerja setiap hari banyak orang yang memiliki agenda rutin setiap tahunya.

Kita pantas bersyukur menjadi orang Indonesia dan tinggal di Indonesia. Karena Indonesia memiliki banyak sekali destinasi wisata yang bisa kamu catat dalam agenda wisatamu. Mulai dari tempat wisata alam, budaya, pantai, gunung, lembah, dan masih banyak lainya.

Jadi kamu tidak perlu bingung memilih tujuan wisatamu. Namun jika kamu merasa bosan atau ingin mencari tempat wisata yang lain dari pada yang lain. Kamu bisa mengunjungi tempat wisata yang berada di Pulau Bali yang berupa desa wisata yang bernama Desa Penglipuran. Seperti apa keseruan dan kenapa kamu harus mengunjungi tempat ini. Yuk baca artikel dibawah ini.

Sekilas Desa Panglipuran

Desa Penglipuran merupakan desa wisata yang terletak di Kabupaten Bangli Bali. Desa ini dijadikan sebagai desa wisata karena masyarakatnya masih melestarikan adat istiadat dan cara kehidupan secara tradiosnal khas Suku Bali.

Tempat wisata yang satu ini merupakan desa adat yang berkembang menjadi sebuah desa wisata yang sangat ramai dikunjungi turis lokal maupun asing.

Semakin terkenalnya tempat wisata tidak jarang banyak wisatawan yang menjadikan tempat ini sebagai desa wisata. Karena letaknya yang berada didataran tinggi, tempat wisata ini memiliki udara yang sejuk dan khas udara pegunungan.

Selain itu tempat wisata ini memiliki keunikan-keunikan yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Selain kamu juga berwisata di sini, kamu juga mengenal budaya yang ada di tempat wisata ini.

Alamat

Jika kamu hendak mengunjungi tempat ini kamu bisa mengunjunginya di Jl. Penglipuran, Kubu, Bangli, Bangli, Bali Indonesia. Untuk meuju kesini pun tidak sulit, kamu bisa menggunakan GPS jika masih bingung untuk mengunjunginya.

Kamu tidak perlu kawatir jika kamu berwisata ke Bali masih memiliki banyak waktu untuk kamu habiskan. Di Bali menyuguhkan tempat wisata yang sangat layak kamu kunjungi jika kamu berada di Desa Wisata ini.

Tempat wisat itu seperti Hutan Bambu Panglipuran, yang hanya berjarak 0,2 km, Teras Sawah Tegalalang yang berjarak 9 km, atau kamu juga bisa mengunjungi Anjungan Tukad Melangit yang berjarak 12,5 km.

Sejarah

Nama tempat wisata ini adalah akronim dari kata “pengeling” yang artinya adalah pengingat, dan “pura” yang memiliki arti tempat suci. Jadi diartikan sebagai mengingat tempat suci (para leluhur). Penduduk yang menduduki tempat ini dahulunya adalah imigran permanen dari desa Bayung Gede, Kintanami karena suatu hal.

Dahulunya tempat ini hanyalah sebuah desa yang ingin melestarikan dan mempertahankan kebudayaan dari nenek moyang. Dan pada tahun 1990 masuklah mahasiswa KKN dan melakukan penataan lingkungan dan melakukan pembangunan berupa taman taman kecil.

Dinas Pariwisata pun pada saat itu belum membirikan sumbangsih apapun atau kebijakan untuk mengelola kawasan ini. Mengingat kawasan ini memiliki potensi wisata barulah sesepuh dan para pemuda bemusyawarah untuk mengembangkan potensi yang ada sebagai desa adat wisata. Pada tahun 1993 akhirnya kawasan ini ditetapkan sebagai desa wisata oleh Dinas Pariwisata setempat.

Keunikan

Tempat wisata ini memiliki tata ruang dan desain bangunan yang sangat khas dengan budaya Bali. Untuk rumah penduduk yang ada memiliki desain yang sama semua, dengan posisi rumah menghadap jalan yang beralaskan batu.

Selain itu 40% dari lokasi ini adalah hutan bambu yang mejadi magnet bagi para wisatan untuk mengunjugi. Dan uniknya bambu- bambu yang ada disini tidak boleh ditebang sembarangan, kalaupun jika ingin mnebang harus dengan ijin ketua adat.

Mengingat kawasan ini sebagian adalah hutan bambu, kamu juga bisa menyaksikan keseharian penduduk di sini yang berkegiatan tradisonal seperti menganyam bambu, atau membuat kerajianan tangang dari bahan bambu.

Selain arsitekur bangunan dan pemandangan hutan bambunya yang hijau. Jika kamu berkunjung k esini kamu harus mencoba minuman khasnya yang bernama loloh cemcem, yang terbuat dari daun cemcem yang memiliki rasa yang unik tapi enak.

Uniknya dalam satu sajian minuman ini terdapat banyak rasa, kalau istilah kerenya rasanya nano nano. Minuman ini pun cukup murah, untu satu botolnya kamu hanya perlu membayar Rp 5000 saja.

Baca Juga: Desa Wisata Suku Osing

Daya Tarik

Meskipun area ini tidak luas, namun kamu bisa menikmati berbagai hal yang ada di tempat ini. Seperti halnya tempat wisata lainya, tempat ini juga memiliki daya tarik seperti:

Menikmati Dan Berkeliling Bangunan Yang Indah

Yang menjadi magnet utama bagi para wisatawan untuk datang dan mengunjungi tempat wisata ini adalah kebersihan lingkunganya yang sangat bersih. Selain itu, desain arsitektur setiap bangunan rumah yang ada disana sangat kental dengan budaya khas bali.

Menyaksikan Keseharian Penduduk

Selain kamu bisa menikmati indahnya bangunan dan bersihnya wilayah ini, kamu juga bisa melihat keseharian penduduk kawasan itu. Seperti halnya kamu bisa melihat mereka bersosialisasi, beribadah, hingga mengadakan acara adat jika waktu kamu berkunjung bersamaan dengan acara adat yang sedang di lakukan.

Spot Foto

Jika kamu ingin berburu foto untuk dokumentasi dirimu sendiri atau kamu yang memiliki hobi foto grafi. Tempat ini menyuguhkan banyak sekali spot foto yang bisa kamu pilih. Dengan latar belakang bangunan khas Bali dan didukung lingkungan sekitar yang sangat bersih, maka akan mendukkung hasil foto mu semakin lebih bagus/ Selain itu kamu juga bisa mengambil foto tentang bagaimana keseharian penduduk disana.

Fasilitas

Selain digunakan sebagai tempat tinggal tempat duduk sekitar, tempat ini juga dijadikan sebagai sebuah desa wisata unik. Melihat hal tersebut pihak pengelola juga menyiapkan fasilitas-fasilitas pendukung bagi para wisatawan yang berkunjung, fasilitas tersebut seperti:

  • Area Parkir
  • Tempat Ibadah / Pura
  • Gazebo
  • Toilet
  • Warung Makan

Mungkin kamu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menikmati beberapa tempat wisata yang ada di Bali. Jika kamu membutuhkan penginapan yang dekat dengan tempat wisat ini kamu tidak perlu kawatir, karena banyak sekali pilihan penginapan yang memiliki lokasi dekat dengan tempat wisata ini.

Pilihan penginapan tersebut seperti, D’Umah Bali yang berjarak 11,7 km, Tangkas House yang berjarak 15,3 km, atau Tapa Kawi Villas house by Pramana yang berjarak 18,9 km.

Tak lengkap rasanya jika kita berkunjung ke suatu tempat kita tidak mencicipi olehan maskan dari masyarakat sekitar. Nah buat kamu yang ingin berwisata kuliner atau hanya sekedar mengusi perut yang lapar karena seharian berwisata ke desa wisata ini kamu bisa mengunjungi beberapa pilihan rumah makan seperti.

Rumah makan tersebut adalah Natys Restaurant Ubud yang berjarak 10,5 km, Tini Kitchen Coconut Juice Bar yang berjarak 11,4 km, atau Junjungan Suite Restaurant 11,8 km.

Harga Tiket Masuk

Untuk memasuki kawasan wisata ini kamu diwajibkan membayar tiket yang disesuaikan dengan kategori wisatawan. Utuk harganya sebagai berikut:

KategoriWisatawan LokalWisatawan Manca
AnakIDR 10.000IDR 25.000
DewasaIDR 15.000IDR 30.000

Note: harga tiket sewaktu-waktu dapat berubah, sesai dengan kebijakan pengelola.

Jam Operasional

Kamu bisa mengunjungi tempat wisata ini setiap hari dari jam 08:00 – 17:00 WITA

QnA

Daftar pertanyaan tentang desa wisata ini ada pada kolom di bawah ini:

Apakah Ada akses untuk disabilitas ?

Jika melihat struktur tempatnya itu berundak undak sangat sulit buat teman-teman disabilitas terutama yang menggunakan kursi roda

Untuk rombongan bus apakah bisa kesana ?

Bisa

Mohon info tentang kondisi jalan, apakah menanjak, berkelok berliku tajam ?

Lancar jaya, kecuali hari libur atau pas ada perayaan yang menyebabkan jalanan macet.

Apakah ada warung makan ?

Ada.

Apakah desa penglipur buka seyiap hari ?

Buka setiap hari.

Desa Penglipuranpenglipur merupakan desa wisata adat yang masih melestarikan budaya khas peninggalan nenek moyang. Selain itu lokasi wisata ini memiiki banyak sekali hal-hal yang bisa kamu nikmati.

Jadi jika kamu merencanakan berkunjung ke Bali atau kamu sedang berada di Bali jangan lupa untuk menyempatkan mampir ke tempat wisata ini. Baca Juga artikel wisata dari Dolanyok.com.

error: Disable